Hati-Hati : Penipuan Berkedok Produk Anti Jentik Nyamuk Telah “Sampai” Di Inderalaya

Berbagai bentuk penipuan terjadi saat ini. Bahkan, aksi pelaku juga mulai menyerempet ke hal-hal medis. Mungkin peristiwa ini hanya satu contoh dari kasus penipuan terjadi. Bagi masyarakat Inderalaya dan sekitarnya diharapkan kehati-hatiannya pada penipuan berkedok penjualan obat anti malaria dan demam berdarah (abate). biasanya mereka mengaku dari dinas kesehatan, forum lingkungan bahkan koperasi veteran. harga yang mereka tawarkan dari 4.000-30.000 rupiah satu paketnya. tak jarang mereka menjual dengan cara memaksa calon pembeli. Peristiwa ini pernah terjadi juga dibeberapa daerah di Indonesia sperti contoh di Palangka Raya, Kalimantan. Peristiwa itu dialami Iwan (33), warga Jalan Panenga, Palangka Raya. Ia dan istrinya nyaris ditipu oleh orang tak dikenal yang datang menjual secara ‘paksa’ Abate, serbuk pembasmi jentik nyamuk demam berdarah.

Pagi itu, pintu rumah keluarga Iwan diketuk seorang yang mengaku sebagai pegawai pemerintah alias PNS.

Kepada Iwan dan istrinya, pria yang memperkenalkan diri sebagai Hendri tersebut mengaku bekerja di Dinas Kesehatan Palangka Raya dan diberi tugas untuk mendata warga setempat dalam rangka revisi kesehatan.

Setelah selesai melakukan pendataan terhadap Iwan dan keluarganya, Hendri mengeluarkan beberapa bungkus kecil yang bertuliskan Abate.

Kemudian, secara detail dia menjelaskan cara kerjanya untuk mematikan jentik-jentik nyamuk di tempayan atau di bak mandi. Diterangkan Hendri, Abate tidak akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan penggunanya.

Usai menjelaskan, Hendri lalu menyerahkan tiga bungkus Abate tersebut dan meminta Iwan menebusnya seharga Rp5.000. Iwan yang sejak semula sudah curiga lalu meminta tanda pengenal dan surat tugas Hendri dari Dinkes Palangka Raya. Ia coba memastikan apakah orang itu benar PNS Dinkes Palangka Raya atau bukan.

Ditanya demikian, Hendry sontak gelagapan. Ia mengaku tanda pengenalnya tertinggal. Akhirnya, dengan sopan Iwan meminta Hendri untuk meninggalkan rumahnya saat itu juga. Sejurus kemudian, Iwan memberitahukan peristiwa tersebut ke pihak terkait.

Kejadian serupa juga menimpa seorang ibu rumah tangga Ani, warga Jalan Temanggung Tandang. Ia terpaksa merelakan uangnya sebesar Rp30 ribu rupiah untuk menebus enam bungkus Abate dari seseorang yang mengaku petugas dari Dinkes Palangka Raya.

Menanggapi kejadian itu, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kalteng Yunus, ketika dikonfirmasi Tabengan mengatakan, kemungkinan besar orang tersebut bukanlah petugas Dinkes, tetapi pedagang Abate yang mengaku sebagai pegawai Dinkes.

”Pembagian Abate tidak dipunggut biaya sepeser pun, melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), atau dalam sebuah kegiatan sosial. Abate akan langsung dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat,” kata Yunus.

Yunus menambahkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada dan jangan cepat percaya dengan seseorang yang mengaku dari sebuah instansi. “Apalagi ujung-ujungnya meminta kita untuk menebus atau membeli sesuatu yang dimilikinya,” ujar Yunus mengingatkan.

Dijelaskannya, peran serta aparat kelurahan dan kecamatan sangat diperlukan untuk membantu masyarakat agar jangan sampai menjadi korban penipuan. Kewaspadaan itu menurutnya mutlak dimiliki siapa saja. Sebab, bukan tidak mungkin barang yang ditebus justru membahayakan kesehatan dan jiwa penggunanya karena kualitasnya tidak terkontrol lembaga resmi.

jika hal ini menimpa anda segera lapor ke pihak yang berwenang (RT, RW, pihak kepolisian, ataupun pihak Dinas kesehatan). saran dari kami sebelum membeli produk tanyakan terlebih dahulu asal usul penjual dan surat izin dari pihak terkait. wallahua’lam bishawab semoga bermanfaat

About pksinderalaya

kami adalah Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan

Posted on Juli 19, 2011, in Berita. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. udah nyampe di sekret DPC Layout, kemaren…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: